Skip to main content

Analisa Use Case

Analisa Use Case membantu anda mengubah hasil screening menjadi insight yang “nyambung” dengan tujuan bisnis. Jadi bukan hanya melihat skor, tapi memahami konteks risiko, apa yang perlu diklarifikasi, dan langkah mitigasi apa yang paling masuk akal untuk use case yang dipilih.

Overall risk assessment

Bagian ini memberikan kesimpulan cepat tentang kondisi kandidat/subject dalam bahasa operasional. Di contoh output, assessment ditulis sebagai Risiko Sedang | Perlu Klarifikasi, disertai penjelasan singkat bahwa kandidat menunjukkan kedisiplinan yang baik, namun ada pola yang perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Cara pakai:

  • Anggap ini sebagai “arah besar” untuk proses review.
  • Kalau tertulis “Perlu Klarifikasi”, jangan buru-buru ambil keputusan; lanjutkan ke bagian “Area yang memerlukan klarifikasi” dan jalankan rekomendasi mitigasi.

Kekuatan (strength)

Di bagian tinjauan cepat, ProofyLink merangkum kekuatan yang relevan untuk use case. Pada contoh output, kekuatannya mencakup:

  • Kedisiplinan tinggi (konsisten memenuhi komitmen dan kewajiban)
  • Rekam jejak bersih (tidak ada catatan negatif/pelanggaran komitmen)
  • Stabilitas domisili (perpindahan minimal)
  • Konsistensi data kontak (nomor/email konsisten)

Cara pakai:

  • Jadikan ini sebagai faktor pendukung saat menilai apakah risiko yang ada bisa dimitigasi.
  • Ini juga bisa jadi bahan validasi (mis. cek ulang konsistensi informasi di dokumen/hasil wawancara).

Area yang memerlukan klarifikasi (risiko potensial)

Bagian ini adalah “to-do list” paling penting saat hasil tidak sepenuhnya clear. Pada contoh output, area klarifikasi yang muncul:

  • Indikasi beban tanggung jawab tinggi (perlu dipahami cara memprioritaskan komitmen)
  • Profil perlu pemahaman lebih lanjut (butuh klarifikasi motivasi dan prioritas)
  • Informasi pekerjaan perlu diverifikasi (perlu konfirmasi kesesuaian data pekerjaan terakhir)

Cara pakai:

  • Gunakan setiap poin klarifikasi sebagai basis pertanyaan atau verifikasi tambahan.
  • Hindari interpretasi asumtif; tujuannya adalah mengubah “indikasi” menjadi fakta yang bisa dipakai untuk keputusan akhir.

Kecocokan untuk konteks kerja/penempatan (jika relevan)

Untuk use case tertentu (misalnya rekrutmen), output bisa menyertakan tabel tingkat kecocokan dengan alasan utama. Di contoh output, ada tabel bidang pekerjaan dengan tingkat kecocokan Tinggi/Sedang/Rendah dan alasan singkat per bidang.

Cara pakai:

  • Perlakukan ini sebagai panduan diskusi penempatan atau pembatasan akses, bukan label mutlak.
  • Jika kandidat masuk kategori “Sedang/Rendah” pada bidang yang sensitif (mis. akses aset/otoritas pengadaan), lanjutkan dengan mitigasi tambahan sebelum keputusan.

Rekomendasi screening (mitigasi risiko)

Bagian ini memberi rekomendasi langkah screening yang praktis, lengkap dengan objektif dan contoh pertanyaan. Pada contoh output, rekomendasi dibagi berdasarkan prioritas (mis. Tinggi/Sedang), seperti:

  • Wawancara mendalam tentang prioritas dan komitmen (dengan daftar pertanyaan yang disarankan)
  • Verifikasi riwayat pekerjaan
  • Penilaian integritas melalui studi kasus
  • Konfirmasi motivasi bergabung

Cara pakai:

  • Gunakan rekomendasi ini sebagai “playbook” agar proses klarifikasi konsisten antar reviewer.
  • Jalankan dulu yang prioritas Tinggi, lalu lanjutkan yang Sedang jika masih ada gap informasi.

Analisis karakter (untuk membantu reviewer)

Pada contoh output, ProofyLink juga menyajikan tabel “Analisis Karakter Kandidat” berisi kategori seperti kedisiplinan, stabilitas, konsistensi, pengelolaan beban, dan transparansi—dengan assessment dan insight singkat untuk tim.

Cara pakai:

  • Gunakan tabel ini untuk menyamakan persepsi reviewer, terutama kalau screening melibatkan lebih dari satu penilai.
  • Fokus pada item yang bertanda “Perlu Klarifikasi/Perlu Verifikasi” untuk menentukan langkah berikutnya.

Kesimpulan use case

Di bagian akhir, output merangkum kesimpulan dalam format yang mudah dipakai (contoh: “Layak dengan catatan”), plus poin-poin yang mendukung dan catatan apa yang masih perlu digali. Di contoh output, kesimpulan menekankan bahwa keputusan akhir sebaiknya mempertimbangkan hasil wawancara mendalam dan verifikasi referensi kerja.

Cara pakai:

  • Jadikan kesimpulan ini sebagai draft keputusan, lalu pastikan mitigasi yang direkomendasikan sudah dilakukan sebelum “Keputusan Akhir” disimpan.
  • Jika kesimpulan menyebut evaluasi lanjutan untuk posisi sensitif (akses aset/otoritas), pastikan hal itu tercermin di alasan keputusan.